Mengenal manfaat CCTV dan Sejarah Perkembangannya

CCTV, tentunya kita sudah sangat tidak asing dengan nama pada saat ini. Secara umum, CCTV adalah kamera yang dipasang di tempat-tempat tersembunyi untuk mengambil gambar yang terhubung pada suatu monitor sehingga dapat digunakan sebagai tambahan sistem keamanan. Tetapi, apakah sebenarnya CCTV itu?

CCTV merupakan singkatan dari Closed Circuit Television sehingga dapat diartikan secara harafiah sebagai jalur televisi tertutup. Jadi, pengertian CCTV ini berbeda dari jalur televisi yang biasa ketahui karena tidak akan menyiarkan sinyal kepada publik. Sebaliknya ia mengirimkan kamera video ke monitor baik melalui kabel, pemancar nirkabel atau melalui internet. Hasil gambar dan video ini dapat direkam dan disimpan pada disk.

CCTV pertama kali ditemukan oleh Walter Brunch. CCTV pertama kali digunakan oleh tim pelaksana peluncuran roket V-2 pada tahun 1942 di Jerman. CCTV yang diproduksi oleh perusahaan Siemens AG pada waktu itu digunakan untuk mengawasi proses peluncuran roket V-2 agar dapat diketahui dapat berfungsi dengan baik atau tidak.

Mengenal manfaat CCTV dan Sejarah Perkembangannya

Gambar Walter Brunch

Pada saat itu, hasil dari rekaman CCTV masih sangat jelek karena resolusinya rendah, dan belum berwarna alias masih hitam putih. Sistem CCTV pada saat itu masih dihubungkan dengan kabel coaxial. Pada jaman itu, jika menggunakan 5 buah kamera CCTV, maka dibutuhkan 5 monitor juga untuk mengawasi. Sedangkan pada saat ini, 100 CCTV sekali pun dapat menggunakan 1 monitor saja untuk mengawasi.

Kamera CCTV mulai ditawarkan pertama kali untuk penggunaan publik di Amerika Serikat pada tahun 1949, yaitu 7 tahun setelah digunakan di Jerman. Pada saat itu, kamera CCTV di produksi oleh perusahaan bernama Vericon. CCTV saat itu banyak digunakan untuk mengawasi kota New York.

Pada tahun itu, tingkat kejahatan di New York sangat besar, sehingga pemerintah Amerika Serikat memerintahkan pemasangan kamera di setiap jalan untuk mengurangi, memberantas dan menghentikan tindak kejahatan. Dengan penggunaan CCTV, jika ada orang – orang yang mencurigakan, polisi bisa dengan mudah mencari orang tersebut melalui rekaman CCTV.

Di tahun 1960, 11 tahun kemudian, Inggris pertama kali menggunakan CCTV. Pemerintah kota London menggunakan CCTV untuk mengawasi tempat umum, mengamati kerumunan orang yang sedang melakukan aksi demonstrasi kepada kerajaan Inggris pada masa itu. Dengan bantuan CCTV pemerintah bisa memantau demonstrasi yang terjadi berlangsung damai atau rusuh, sehingga mempermudah untuk mengontrolnya.

Pada tahun 1970, muncul CCTV dengan sistem Multiplexer VCR, yaitu sistem dimana 1 monitor bisa digunakan untuk beberapa kamera. Sistem ini sendiri dapat mengurangi biaya operasional untuk membeli monitor sebanyak kamera yang digunakan. Namun, pada zaman ini CCTV masih menghasilkan gambaran yang buruk, sehingga objek yang terekam oleh kamera tidak terlihat dengan jelas.

Mengenal manfaat CCTV dan Sejarah Perkembangannya

Skema Multiplexer VCR

Pada tahun 1990, teknologi kamera CCTV menjadi jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Di tahun tersebut berkembang sebuah teknologi kamera CCTV yang baru yaitu teknologi berbasis komputer, Digital Video Recorder (DVR). Teknologi Digital Video Recorder memungkinkan hasil dari kamera CCTV menjadi beresolusi tinggi, dan sistem rekamannya pun secara otomatis. Teknologi ini lebih memudahkan penggunannya bagi orang-orang yang memerlukan Kamera CCTV.

Mengenal manfaat CCTV dan Sejarah Perkembangannya

 Skema Digital Video Recorder (DVR)

Indonesia sendiri mulai mengenal penggunaan CCTV pada sekitar tahun 1995, namun penggunaanya masih sangat terbatas pada kantor-kantor perusahaan besar. CCTV semakin banyak digunakan setelah terjadi kerusuhan di bulan Mei tahun 1998. Sedangkan kepolisian mulai menggunakan CCTV di ruang publik sekitar tahun 2004 untuk memantau lalu lintas.

Adapun, pemasangan.com mengklasifikasikan kamera CCTV berdasarkan jenis output, lokasi penempatan, penggunaan, mekanisme kontrol, dan resolusi. Mengacu pada jenis output terbagi menjadi 2 yaitu:

  • Camera CCTV Analog adalah kamera yang mengirimkan (continuous streaming video) melalui Kabel Coaxial.
  • Camera CCTV Digital adalah kamera yang mengirimkan (discrete streaming video) melalui Kabel UTP. Camera CCTV Digital umumnya dilengkapi dengan IP Address sehingga sering dikenal sebagai IP (Network) Camera. Dengan adanya IP, kamera bisa dapat langsung diakses melalui jaringan LAN/WAN tanpa harus menggunakan tambahan converter.

Selain itu, berdasarkan lokasi penempatan, Kamera CCTV dapat dibedakan menjadi 2 juga yaitu:

  • Indoor Camera adalah kamera yang ditempatkan di dalam gedung, umumnya berupa Dome (Ceiling) Camera atau Standard Box Camera
  • Outdoor Camera adalah kamera yang ditempatkan di luar gedung dan memiliki casing yang dapat melindungi kamera terhadap hujan, debu, maupun temperatur yang ekstrim. Umumnya, berupa bullets camera yang telah dilengkapi dengan Infrared LED (Infrared Kamera). Selain outdoor camera, standard box camera juga sering kali ditempatkan di luar dengan menggunakan tambahan outdoor housing.

Waktu Penggunaan juga merupakan faktor yang penting untuk diperhatikan saat memilih Kamera CCTV. Kemampuan kamera CCTV untuk dapat menangkap gambar pada pencahayaan minimum dinyatakan sebagai minimum lux. Ini merupakan minimum satuan cahaya (lux) yang diperlukan kamera CCTV agar dapat menangkap objek. Secara umum, terdapat 2 jenis kamera cctv berdasarkan waktu penggunaan (minimum lux):

  • Standard Day Camera CCTVyaitu kamera yang digunakan untuk memonitor ruang yang memiliki tingkat penerangan cukup baik secara konsisten (di atas 0.5 lux)
  • Day-Night Camera CCTVyaitu kamera yang digunakan untuk memonitor ruang yang memiliki tingkat penerangan kurang (di bawah 0.5 lux secara terus menerus ataupun sebagian waktu)

Mekanisme kontrol pada kamera CCTV memungkinkan pengguna menggerakkan sudut pandang kamera secara vertikal, horizontal, maupun mengatur jarak pandang (focus). Berdasarkan mekanisme kontrol, kamera CCTV dapat dibagi menjadi:  

  • Motorized Camera CCTVyaitu kamera yang dilengkapi dengan motor untuk menggerakan sudut pandang ataupun focus secara remote. Motorized camera meliputi beberapa jenis kamera seperti zoom camera dan speed dome camera.
  • Fixed Camera CCTVyaitu kamera yang sudut pandang dan fokusnya harus diatur secara manual pada saat instalasi.

Faktor lain yang juga sangat penting dalam menentukan kamera CCTV adalah resolusi kamera. Resolusi ini dinyatakan dalam jumlah TV Lines (TVL), semakin besar jumlah TVL maka akan semakin tinggi resolusi kamera yang bersangkutan. Kamera yang memiliki resolusi yang semakin tinggi akan menghasilkan gambar semakin tajam. Namun, kamera beresolusi tinggi juga membutuhkan monitor dengan resolusi tinggi untuk dapat menampilkan gambar yang ditangkap oleh kamera secara utuh. Berdasarkan resolusinya, kamera dapat dibedakan menjadi 3 jenis:

  • High Resolution: kamera yang memiliki resolusi di atas 480 TVL
  • Standard Resolution: kamera yang memiliki resolusi 380 – 480 TVL
  • Low Resolution: kamera yang memiliki resolusi dibawah 380 TVL

 

Mengenal manfaat CCTV dan Sejarah Perkembangannya
Mengenal manfaat CCTV dan Sejarah Perkembangannya

Gambar CCTV

 

CCTV sering digunakan untuk pengawasan (surveilans). Bisnis, kantor, sekolah, dan bahkan tempat tinggal saat ini dapat menggunakan CCTV. Tempat yang paling sering memanfaatkan CCTV adalah bank, bandara, instalasi militer, sekolah, toko-toko, dan rumah sakit. Lebih terbuka tempatnya, semakin tinggi kemungkinan menggunakan CCTV. Pemasangan.com pun mencoba menguraikan beberapa manfaat yang bisa dijadikan pertimbangan saat Anda akan memilih CCTV:

  • Upaya Preventif: Pelaku kejahatan biasanya menjadi ragu kalau melihat sasarannya mempunyai CCTV. Banyak bangunan besar yang memiliki beberapa ceruk pada eksterior menggunakan sistem CCTV ini. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa ada beberapa wilayah di sekitar gedung tempat seseorang bisa bersembunyi dan menyerang orang yang tidak curiga. Jika rumah memiliki gerbang, CCTV bisa dimanfaatkan sehingga orang di dalam bangunan dapat melihat siapa yang berusaha untuk masuk dan mencegah kemungkinan yang tidak diinginkan.
  • Alat Pantau:Untuk memonitor keadaan dan aktivitas di dalam rumah atau tempat usaha Anda dari mana saja.
  • Meningkatkan Kinerja: CCTV dapat meningkatkan kinerja karyawan dengan signifikan. Karyawan akan sungkan untuk berleha-leha ketika jam kerja. Mungkin juga karyawan Anda malah akan terpicu untuk semakin meningkatkan kinerjanya karena ingin menunjukkan pada Anda bahwa dia bisa.
  • Membantu Penyelidikan: CCTV dapat menunjang penyelidikan tindak kejahatan yang telah terjadi. Membantu pihak berwajib mengidentifikasi pelaku kejahatan atau penyebab kecelakaan.
  • Barang Bukti:Hasil rekaman video dan foto dari CCTV dapat dijadikan barang bukti. Ketika Anda melaporkan tentang pencurian atau kecelakaan, hasil rekaman dan foto dari CCTV dapat menunjukkan siapa pelakunya.